Sisakan 'Keperawananmu' Untukku

 


Aku mulai dari pertama kali kita saling menatap. Saat itu, aku dan kau tersenyum bersama. Sembari meraba rasa. Apakah kita satu rasa ataukah memang berbeda. Hal itu mungkin terbaca. Sudah, cukup!


Keperawananmu  yang ku minta tidak begitu banyak. Apalagi menginginkannya utuh. Aku hanya ingin kau sisakan. Sisa robekan selaput darah bagian dalam tubuhmu. Mungkin dari yang tersisa bisa dikembalikan menjadi utuh. 


Pada jaman dulu, orang menganggap keperawanan adalah nilai suci dalam tubuh perempuan. Gadis perawan akan dikatakan 'Gadis baik-baik'. Maka keperawanan mu yang aku maksud adalah Nilai dalam dirimu. Baik dan Buruk. Aku hanya meminta sisakan sedikit saja kebaikan mu, untuk ku tata agar tercipta kesatuan yang menyatukan perbedaan. Sampainya tercerahkan dalam hidup yang hanya singgah ini. Masih adakah Nilai itu yang tersisa?



Jika baik menurut mu dengan cara mendendam. Lebih baik kau urungkan niatmu menjadi orang baik. Orang baik tidak tau bagaimana rasanya merasa diri lebih baik, dan apalagi membuat hal tidak baik untuk mendapatkan kebaikan. 


Mencaci orang lain pun tidak membuat mu baik. Apalagi membuat ia hina. Dan kau puji pun tidak membuatnya mulia. Apalagi membuat mu baik. Itu belum tentu. Biarkan Tuhan yang mengambil peran_Nya.


Udah cukup, itu aja!

Comments

Popular Posts