Pagar Bambu
![]() |
| Bang Rektor |
Satu demi satu ku susun bambu itu, agar pagar yang ku niatkan dapat terselesaikan pada waktu yang ku targetkan. Tentu bambu tak begitu lama bertahan dan akan aku perbaiki kembali setelah satu atau dua tahun kemudian.
Ku tata dengan rapi dan ku pasang dengan cermat. Kemudian ku pilih paku yang tepat agar saat ku tancapkan tak ada bambu yang terpecah. Hingga akhirnya, pagar bambu ku terlihat begitu baik dan mendekati kesempurnaan.
Disaat orang-orang memilih tak lagi ingin menggunakan pagar bambu, dengan kemungkinan berkembangnya jaman sekarang ini, tentu ada nilai tersendiri bagi ku yang memilih hal itu. Mungkin saja akan terlihat unik tampilannya ditengah pagar-pagar mewah dan berhiaskan lampu-lampu kelap kelip di samping kiri dan kanannya.
Disamping itu, bambu pernah punya cerita dimasa pertempuran dalam merebut kemerdekaan Indonesia pada saat itu. Tentu ada nilai yang terkandung didalamnya, yang mungkin tidak banyak orang mengetahuinya.
Selain kebanggaan tersendiri, namun ada banyak tantangan yang harus ku lewati ditengah kehidupan sosial hari ini. Hal itu berkaitan dengan komentar sosial masyarakat sekitar. Dan itu sudah menjadi konsekuensinya dalam keseharian ditengah kehidupan sosial. Tak mungkin dapat ku tutup mulut-mulut mereka dengan kedua tanganku, karena jumlahnya terlalu banyak. Mungkin yang dapat kulakukan hanyalah menutup kedua telinga ku dengan kedua tangan ku. Atau cukup dengan memahaminya, bahwa penyakit sosial memanglah demikian.
Jiwa yang besar jangan membuangnya hanya karena hal demikian, apalagi memilih jadi kerdil ketika berhadapan dengan orang-orang yang jiwanya kecil. Menempatkan diri ditengah kehidupan sosial memang bukan hal mudah, apalagi jika aku tak pandai dalam 'Membaca'. Karena itu, segalanya harus dilakukan dengan cermat dan teliti.
#Bersambung
#Episode 01
#PagarBambu



Comments
Post a Comment