Laki-laki Bingung
![]() |
| Bang Rektor |
Pada suatu hari, tepat pada pukul 03.15 Wita, dibawah pohon beringin ada satu laki-laki yang terlihat bingung, sedang berdiri dibawah pohon. Seolah kehidupannya dihantui masalah. Entah apa masalah laki-laki kisaran 26 Tahun itu.
Dia bingung untuk melanjutkan perjalanannya, padahal ia pandai untuk membantu orang yang kebingungan. Mungkin saja itu yang sering dikatakan orang, bahwa manusia memiliki kelebihan dan kekurangan dalam dirinya. Suatu waktu ia termenung dan berdiam diri dalam kurungan. Entah apa yang ia pikirkan dan renungi saat itu. Dirinya seolah tak lagi ingin melanjutkan hidupnya. Namun, saat itu Hanphone miliknya yang selalu ia kantongi dalam saku celana, tiba-tiba berdering.
‘’Ini siapa ya yang nelfon’’ tanya ia pada dirinya pelan.
Panggilan masuk pertama tak diangkatnya. Sebab, kata dia itu nomor baru. Handphone itu pun dicueknya. Tak sedikitpun dihiraukannya. Beberapa kali nomor baru muncul dinotifikasi panggilan masuk hpnya. Akhirnya, panggilan masuk itu mampu mencuri perhatiannya, lalu diangkatnya.
‘’Hallo,,,’’ jawabnya (Dalam hatinya bertanya yang nelfon itu siapa)
“Hallo, Assalamualaikum,” si penelfon memanggilnya pelan.
Si laki-laki bingung itu pun semakin penasaran. Dirinya juga diam tak bersuara. Ternyata si penelfon itu perempuan. Ia tak langsung bicara saat mendengar suara penelfon itu.
(Ini siapa ya, kok suaranya kayak cewek) bisiknya dalam hati.
“Iya hallo, Walaikumsalam…,” jawabnya.
“Maaf, ini siapa ya,” tanya si laki-laki bingung.
“Apa bener ini Joni?,” tanya penelfon.
“Iya bener. Oh ya, ini siapa ya?,” dia makin penasaran.
“Aku Anis, teman kuliah kamu dulu di Bandung, dikampus ITB Jon,’’ katanya.
“Maaf, Anis mana ya,” sahut si laki-laki bingung.
“Aku anis yang waktu itu duduk dibelakang kamu saat dikelas, dimeja belakang kamu,” jelasnya.
Ia pun sontak saja kaget dan bertanya-tanya dalam hatinya. Sedikit demi sedikit wajah perempuan itu pun tergambar dalam ingatannya dan akhirnya teringat oleh dirinya. Hati pun sontak saja memberontak lalu mengganggu kosentrasi akalnya. Ketika semua telah tergambar jelas ingatannya, dia pun tanpa pamit dan tidak pikir panjang langsung menutup telfonnya.
#Bersambung



Comments
Post a Comment