SELEPAS KEPERGIAN
![]() |
| La Ndolo Conary |
DI depan rumah, diantara empat kursi, diantara keraguan yang mulai tumbuh. Bunga yang kau tanam mekar, begitu subur, gerimis sore itu manja. Aku sendiri malu-malu, tak seperti sebelumnya yang selalu ngomong apa adanya. Mungkin rasa bersalah yang menyebab segalanya berubah, tapi kau tetap sabar. Sesabar bunga-bunga itu, menerima panas dengan layu, melayani dingin dengan mekar.
"Aku seduh dulu kopi, Abang," kau bergegas dari kursi itu.
Gerimis masih awet, bebek di samping rumah basah, ayam pun kedinginan. Matahari pun tenggelam. Aku berulang kali minta maaf. Kau diam saja.
***
Di pantai, sampah-sampah berserahkan, air laut kehitaman, pagi tanpa diawali mentari sangatlah risau, jalan raya masih ritual para pengendara motor dan mobil, di langit terlihat kabut awan hitam. Aku duduk sendiri, sebatang rokok kubakar, asapnya mengepung ke udara.
Di gunung, batu-batu kian bersih, tumbuhan mulai hijau kembali, pohon-pohon ada yang ritual gugurkan daun dan ada pula daunnya mulai muncul. Burung-burung bersenang sambil mencari makan dan mangsa. Aku membuang puntung rokok ke laut tanpa mematikan apinya. Menambah sampah, menambah pencemaran.
"Kau sangat sabar. Sungguh sabar. Belajar dari mana ya?" aku mengingat sepotong tanya padamu, lalu bergegas mengendarai motor butut.
***
Di terminal, sore yang berdebar, kau duduk di sampingku. Diantara kita sudah terbaca kesedihan, namun kau menyembunyikan, mungkin mulai ikhlaskan semua hal. Aku mengunyah telur, memintamu belikan air, bermanja yang terakhir rasanya. Kau menatap wajahku begitu dalam, tapi aku pura-pura saja tak tau. Seperti biasa perhatianmu, keringat di wajahku secepatnya kau bersihkan. Aku menatap wajahmu dengan senyum yang pedih, magrib memberi aba-aba, bus-bus bergantian klakson, memberi tanda akan berangkat. Dadaku makin berdebar kencang, mungkin di dadamu demikian adanya.
Aku menarik tanganmu, berjalan menuju bus sambil melihat jam tangan, matamu makin mendung, membasah pelan-pelan. Aku ingin memelukmu tapi ragu serta menjaga marwahmu sebagai perempuan, aku memetik empat biji air mata yang ranum. Kau memaksa diri tersenyum, melepaskan kepergian yang entah ada jalan pulang. Tapi kau sudah tanam dalam hatimu, aku tak kembali untukmu.
Deraian sedih, air mata yang tumpah sebebasnya, kau masih berdiri mematung di depan bus. Aku berlari kecil, turun dari bus mengambil air matamu, kuusap di wajahku air mata itu. Aku ambil sekali lagi, aku mencicipinya seperti kue yang sering kau buatkan untukku. Aku hanya menyeru agar kau sabar, kau pun mendoakan agar selalu hati-hati. Sungguh gusar hati yang saling melepas dalam rasa yang masih diikat oleh kasih sayang.
"Aku ingin mencium keningmu, tapi aku ragu dan menjagamu di depan orang banyak. Maafkan aku yang pergi tanpa menemani jalan-jalan untuk memanen senja. Seperti saat bosanmu meringkus," aku mengirim pesan singkat disaat mobil meninggalkan terminal.
"Aku bukan perempuan baik, Bang. Selamat jalan. Raihlah segala impianmu. Abang akan jadi orang hebat," balasmu dibumbui simbol sedih.
Bus melaju cepat, kau kembali bersedih di kasur di kamarmu. Selepas kepergian maka kau membiarkan harapan mati.
***
Setiap jejak, ada yang diingat, ada yang lenyap, ada yang masih membekas hingga abadi bersama jiwa. Aku memandang jauh bentangan kesilaman, kulihat segala yang sudah usai. Kubaca ulang kata-kata yang diucapkan, baik oleh bibirku maupun oleh bibirmu. Semuanya semu. Semuanya palsu. Walau dalam hatiku masih mengulang ucapan-ucapan itu.
Aku lihat tentang bahagiamu yang pernah kau bilang itu. Aku tersenyum lepas, berdoa agar kau selalu bahagia. Jalan bahagiamu menuju jannah-Nya.
***
"Di bidang keningmu, aku pernah membaca doa," kukirim pesan sunyi.
Kau menatap senja. Kau melihat laut. Kau menaiki bukit. Kau seolah mengenang.
"Aku tidak ingat apa-apa. Aku sudah bahagia sebahagia Imam Ali As dengan Fatima Az Zahra As," ujarmu di mesengger, berbangga hati.
Angin bertiup ringan, senja memudar, kau mengejar khusyuk dalam magrib.******



Borgata Hotel Casino & Spa - DRMCD
ReplyDeleteA 오산 출장안마 Borgata Hotel Casino & Spa is located in Atlantic City, New 대전광역 출장샵 Jersey, United States and 김포 출장샵 is 성남 출장안마 open daily 24 hours. The casino also provides a nightclub, 정읍 출장샵