Tragedi Mahasiswa Pulang Kampung "Aku Anak Cucumu, Bukan Musuhmu"

NH

Aku diasingkan di negeri ku, dikucilkan dari kampungku, aku terkunci dalam bilik kamar, semua terasa hambar, bahkan untuk sekedar ingin bersama aku harus siap terpapar.

Mata ku hanya mampu menatap jendela tua, mulut yang kini sudah tak ingin bersua, juga diri yang mulai putus asa.

Bahkan untuk sekedar berjalan dihalaman mereka memandingku dengan hinaan. Bahwa aku adalah manusia berpenyakitan.
Ah aku ini sebenarnya siapa ?
Semua orang tak sudi menyapa, dengan alibi untuk tetap terjaga sedang aku tidak terluka.

harusnya pelukan yang kutemukan dari perjalnan jauh yang selama ni ku lakukan. aku anak cucu mu, bukan musuh mu.
Ini tanah kelahiran ku, rumah ku, mengapa aku di jarah dan dipenjarah ?

Ayah, ibu..
Tak rindu kah kau pada ku, pada perjalan yang ku tempuh, aku hanya ingin kau teru bersama ku, namun mengapa kau menjauh ?
Kini aku sudah tak mampu, menangung pilu , Sampai kapan ini berlalu.

Hatiku begitu perih.
Aku tak ingin terus sendiri dalam sepi.

NH

Comments

  1. Sabarlah semua akan berlalu...
    Diganti warna temanya admin terlalu gelap, apalagi dibaca dikamar trus.

    ReplyDelete
  2. Perhatikan penulisannya jangan sampe typo karena bisa mengganggu slera baca

    ReplyDelete
  3. Entalah..
    Kami Hanya Bisa Bilang, Sabarlah, Sebab Diam Ataupun Bergerak Sama Saja Reaksinya.

    Jadi Kuncinya Sabarlah

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts