Pemerintah Tak Boleh Malas Bicara
![]() |
| La Ndolo Conary |
Bulan ini saya cukup bahagia melihat kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Kananta Kec.Soromandi tentang pembinaan Kesadaran Hukum dan Pembinaan Kelembagaan Desa, aktivitas seperti ini harus ditumbuhkan secara intensif agar pikiran-pikiran baik tertular dengan khidmat. Tentu Pemerintah Desa Kananta di bawah kepemimpinan bang Aidin atau Ompu Kananta masih banyak kekurangan, masih banyak yang perlu dibenahi, seperti program prioritas periodesasi, prioritas tahunan, perlu kebun desa, tempat pembungan sampah desa, dan pengembangan kesadaran pemuda untuk terus aktif berpartisipasi. Tapi hal lain juga sudah banyak di lakukannya, seperti hal kegiatan tersebut di atas.
Kehadiran kanda Sang Pemimpin sebagai pemuda Soromandi yang berkompeten di bidang perlu diapreasi sebesar-besarnya, ia masih punya komitmen tinggi untuk membangun Sorimandi lebih baik lagi melalui aspek menumbuhkan kesadaran hukum geberasi mulai dini. Problem kita hari ini memang tak bisa dipungkiri kenakalan dan kriminalitas kalangan pelajar (remaja/pemuda) makin meningkat, hal tersebut pasti punya penyebabnya, salah satu mengantisipasinya yaitu pemerintah membuka ruang untuk fasilitasi anak muda itu berbicara dengan ahlinya, sediakan ruang, sediakan makanan dan minuman, suruh mereka bercerita dan mendengarkan cerita dari ahlinya, supaya solusi tepat.
Mengapa kesadaran hukum perlu diceramahi sejak dini? Minimal mereka tau diri, tau makna mengurus diri dan menghargai orang lain, tau memposisikan diri dalam kehidupan sosial. Lalu, apakah kita sudah baik dan sempurna? Itu bukan persoalan yang terus diperdebatkan. Justru kita mencerdaskan generasi kita akan bisa cermin pada mereka dan saling kontrol untuk membina masa depan.
Selanjutnya, kegiatan pembinaan lembaga desa yang dihadiri oleh anak muda Kananta yakni Gembala Sonco Kio dan Aidin-Nusantara, keduanya selalu terlibat aktif selama ini baik "marah-marah" maupun "ramah-ramah taoi itulah cara membangun masa depan bersama, kegiatan ini harus lebih intensif agar pengurus di dalamnya lebih agresifitas. Jika ini dilakukan secara berkala maka kedepan sinergisitas pembangunan desa makin baik, saling mengisi ruang yang mungkin selama ini masih kosong. Secara ekonomis, anggaran negara bisa tersalurkan dan dimanfaatkan dengan baik. Hingga nanti lembaga desa merupakan representasi kemajuan desa dan jadi cerminan desa yang baik.
Maka mewujudkan semua itu perlu pemerintah yang tidak malas bicara, jangan malas mendengar masukan dan suara-suara yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Kadang kita sering menganggap tak perlu banyak bicara, tapi harus banyak kerja, sesungguhnya kedua hal itu harus seimbanglah. Kita mau kerja apa tanpa pikiran-pikiran yang sehat dan baik, kita mau bicara apa tanpa kualitas ide dan gagasan yang mumpuni. Kerja besar harus lahir dari ide besar dan bicara besar melalui diskusi atau tranformasi ide. Mengapa demikian? Karena kita tak mungkin kerja sendiri, butuh òrang lain dan orang lain butuh penjelasan tentang asas maanfaat ide itu.
Jika dulu diam itu emas, maka sekarang bicara itu emas. Lawan malas bicara !
Membangun Indonesia dari Desa.
Sebarkan Virus Positif
_arus narasi_



Comments
Post a Comment