KEPANASAN KAWAN, SEWENANG SAJA KAU & PEMIMPIN KITA, SIAPA?
![]() |
| La Ndolo Conary |
KEPANASAN KAWAN
kampungku panas kawan
terik matahari hampir merontokan rambutku
tanaman para petani kering dilahannya
sungai-sungai tak lagi dialiri air
kecuali kotoran hewan yang singgah mencari telaga.
kawan di kampungku punya cerita
dulu hutan kami lebat di seluruh gunung
tapi para pemimpin kami yang menjarahnya
katanya untuk kemakmuran rakyat
tapi sampai kini kayu dari hutan kami
sudah menjadi rumah mewah para pejabat di kotaku.
mungkinkah kampungku telah dikutuk
atau kami menikmati kesengsaraan dari kejahilan masa lalu
rakyat merasakan kekeringan karena rakusnya pemimpin.
kawanku kami sudah sholat
memohon hujan untuk datang bertamu lagi
supaya kesejukan berdamai dengan hidup kami
tanaman para petani bersenyawa embun yang indah
tapi kenyataannya hujan malas berkunjung
mungkin tak ingin dipanggil dengan doa oleh mulut munafik
maka biarlah tetumbuhan bersujud tanah kering.
tanah milik kami sudah berstempel tambang
pemimpin kami juga yang menggadaikanya
demi membayar utang yang dipinjam atas nama rakyat.
SEWENANG SAJA KAU
Kau lacurkan kata-kata bijak di spandukmu
entah kau pinjam di bibirnya siapa?
atau kau pungut di tong sampah yang mana?
aku pikir kau tidak paham yang ditertulis itu.
Kau berhasrat tunjuk diri sebagai pemberani
padahal sesungguhnya seorang pengecut
kau merasa seorang ksatria
padahal sesungguhnya kau banci
kau baru merasa jadi pemberani
tapi kami bertahu-tahun telah berani
bertahan hidup tanpa rumah dan makanan
sudah jadi ksatria tanpa jabatan dan harta.
Kau sungguh salah mengutip kata-kata bijak
kau berucap yang bukan ucapanmu
kau bersikap tak sesuai kepribadiaanmu
kau berjanji yang kau sendiri tidak sanggup
kau hanya coba meniru keagungan orang lain
Namun gagal berperilaku yang bagus.
Kau berbicara bagai sedang belajar pantun
sementara orang lain telah pahami kenyataan
mereka sangat mengerti dirimu parasit
bibirmu meminjam kesantunan ucapan orang lain
kau bangga mengakui keberhasilan orang lain
sombong keturunanmu yang pernah berjaya.
Tetapi kau berpikir saja masih banting-banting kepala
tidak tau kanan dan mana kiri
tau tau sedang di atas atau di bawah
kau tak sadar pamerkan kebodohan yang berserahkan.
PEMIMPIN KITA, SIAPA?
kau bukan lapar tapi rakus
ah, bukan sekedar rakus tapi juga serakah.
tak cukup satu kali
tak cukup suami yang jadi pejabat
tak cukup istri yang jadi birokrat
tak cukup saudara jadi pengusaha.
Ingat, istana kita dibakar karena pemimpinya siapa?
pegawai dilempar kebiri oleh pemimpinya siapa?
alam kita dirampas ditangan pemimpin yang mana?
harga diri kita dipajang di teras prostitusi
kelamin-kelamin kita dijual murah
hidup kita dipasung dalam kelaparan
itu karena pemimpinnya siapa?
Kita pernah mengutuk mereka
bahkan menghina silsilah dan kerabatnya
harus diingat supaya tidak kembali
memeluk sebagai sahabat yang telah kita kutuk
jangan percaya pada lidahnya yang pernah munafik
apalagi mengagumi wajahnya yang bertopeng.
Kita pernah dikhianati
kita sering dikecewakan
kita berkali-kali dibanting
kita dilempar ke jurang
lalu sekarang kita menerima kado permohonan maaf
Wajah yang polos
serta uangkapan yang santun
namun harus disadari mereka menghina lagi
lebih kejam dan sangat bejat dengan kelembutan lidah.



Comments
Post a Comment