RAKYAT VS APARAT
![]() |
| Sry Rahmah |
Mental tak kuat kok jadi aparat? Mending jadi rakyat. Karena aparat difungsikan untuk mengayomi, melindungi, dan memberdayakan rakyat.
Untuk bisa melindungi, mengayomi, dan memberdayakan rakyat, butuh kematangan mental yang luar biasa. Itulah mengapa jadi aparat tak mudah. Ada seleksi dll.
Itulah mengapa jadi aparat itu istimewa: dikasih seragaman, dikasih tunjangan, dan dikasih perlengkapan. Bahkan diperkuat posisi dan perannya oleh undang-undang.
Lantas kalau aparat dimaki, dicaci, dilempari, bahkan ditembaki dan lain-lain, itu resiko yang harus diterima. Sebab kalian aparat, bukan rakyat.
Aparat harus lebih kuat dari rakyat. Kuat menahan amarah, kuat menahan emosi, kuat menahan diri agar tidak bersikap agresi. Kuat, kuat, kuat. Sebab kalian aparat.
Kalian digaji, kalian dipersenjatai, kalian dilindungi. Kalian diberikan akses dan fasilitas yang tidak diberikan kepada rakyat. Kalian diberikan kewenangan lebih yang tidak diberikan kepada rakyat.
Kalian diberikan jaminan kesehatan, jaminan kematian, jaminan anak istri, dan jaminan lain-lain lagi. Jaminan yang tidak diberikan kepada rakyat. Jaminan yang diberikan oleh karena peran yang lebih besar dan lebih berat dari rakyat.
Olehnya, jika mental tak kuat, jangan jadi aparat, jadilah rakyat. Sebab rakyat tak ditugasi untuk mengayomi, melindungi, dan memberdayakan sesamanya.
Sebab rakyat tak diberikan tunjangan dan fasilitas ekstra sebagaimana yang diberikan negara kepada aparat.
Sekali lagi, karena alasan-alasan itu, aparat harus lebih kuat dari rakyat. Bukan adu kuat melawan rakyat. Bukan adu kuat menangkapi rakyat. Bukan adu kuat menggebuki rakyat. Bukan adu kuat menembaki rakyat.
Sebab kalian aparat, bukan rakyat. Kalian harus lebih kuat dari rakyat. Lebih kuat menahan amarah, lebih kuat menahan emosi, lebih kuat mengedepankan kesabaran.
Kalau tak kuat, jangan jadi aparat. Jadilah rakyat. Rakyat yang tidak digaji, rakyat yang tidak difasilitasi oleh negara.



Comments
Post a Comment