Kepergian Tak Diawali Pamitan

La Ndolo Conary

Senin tanggal 19 Agustus 2019, dua hari setelah perayaan hari kemerdekaan indonesia ke 74 tahun, aku duduk di sebuah meja, di salah satu kampus di Jogja. Selain toko buku, kampus jadi tempat yang senang saya kunjungi. Selalu ramai dan mengajak pikiran untuk bermain-main.

Saya menafsirkan dari mata banyak orang bahwa hidup ini yakni lompatan-lompatan, bisa sepeti lompatan anak kecil yang berlarian, bahkan seperti lompatan para prajurit yang sedang perang. Ada yang pelan sekaligus menyenangkan, ada pula yang buru-buru dalam ketakutan serta ambisi. Tapi saya masih lebih sukan berjalan, pelan-pelan sekali bagai langkah kaki seorang pencuri yang masuk halaman rumah seseorang, pelan dan lambat namun ada hasil yang dinikmati.

Saya sedang berpikir, berjalan di sebuah kebun bunga, bunga yang banyak dan berwarna-warni,  pada malam yang sunyi dan cahaya bulan bermanja-manja saja. Saya berjalan pelan, kedua tangan kurentangkan sebebas mungkin, ujung jari-jari menyentuh bunga-bunga, ada kelembutan, ada juga sentuhan yang keras, kadang membuat saya kaget. Saya menengok ke langit, menyapa bula dengan senyum, mengajak bercanda dengan tertawa, memintanya pahami dengan air mata. Malam itu pun saya membunuh kata-kata yang ingin tumbuh dari bibirku, saya hanya ingin mendengar ucapan dari semesta.

Hingga di ujung malam tiba, bulan sudah tertidur, malam gelap pekat, bunga warna-warni tak bisa terlihat lagi, saya berjalan menerobos malam, menghilang dari rerimbun bunga-bunga. Makin lama saya berjalan maka terasa makin gelap, keadaan sangat sepi, malam yang beku. Lalu senyum bersama bunga tadi telah lenyap, kini saya memasuki alam lain, situasi yang tak bisa kulihat, hanya mampu diimajinasi saja.

Saya memilih diam setelah kata-kataku tak bermaka lagi untuk semesta, diam yakni bahasa cinta yang paling agung. Tak ada yang terluka dan tersakiti, semuanya akan baik-baik saja. Maka jalan panjang dan kehilangan wujud menjadi bahasa lain dari diam yang berlapis. Kepergian tanpa mengabari perpisahan akan lebih indah dari warna bunga di tengah malam yang tersinari oleh bulan.

"senyum paling mewah yakni kamu tidak merasa sakit setelah dilukai."

Comments

Popular Posts