Naluri Kami Bicara
![]() |
| La Ndolo |
tercabik
ini luka bukan
tertembak peluru
atau tertusuk tombak
tapi buah bibir dari wajah cantik
di dalam kata-kata mengalir racun.
hinaan berulang
pintu maaf dibuka
sementara gerbang dendam ditutup
tapi kami butuh keadilan
menjujung panglima berbangsa.
apa salah tanah lahirku?
sehingga mulut mudah
lecehkan jantung kultur
dosa apa tetua kami?
sehingga sejarah mewarisi ketololan
yang lesterasikan generasi kekinian.
dalam kisah klasik
karena jadi pemberani
tetua kami dipenggal
lalu sang raja menganggap
ia seorang pemberontak, melawan
titah suci kuasanya.
tak cukup itu saja
melainkan ucapan hinaan
ujaran kebencian keluar
dari lidah suci sang raja pula
lalu diikuti oleh mulut-mulut
para jongos.
tuan-tuan
di negeri ini, seorang pemberani
dilabeli kurangajar
kemudian para pengecut
diberi hiburan tepuk tangan.
hinaan untuk kami
bukan jatuh dari langit
tapi tumbuh dari bibir penguasa
yang amini oleh para pengikutnya
hingga mereka jadikan lelucon.
tuan-tuan
jika kami muak
lalu lampiaskan kemarahan
berarti kami sedang jalan
ke sejarah yang jujur
sangat kental, masih tertulis
dalam batin para tetua, bergerak
di setiap nadi para penerus.
_jalan lain, 26 juli 2019_



Comments
Post a Comment