Sosok Yang Tidak Hanya Cantik
Siapa yang tidak kenal dengan sosok orang nomor satunya kabupaten bima yang begitu cantik dan ramah. Seorang pemimpin yang selalu dikagumi dan menjadi buah bibir rakyat disetiap lorong-lorong desa, yaitu sosok yang manis dan ramah, juga lemah lembut saat berhadapan dengan rakyatnya.
Siapa lagi kalau bukan hj. Indah dhamayanti putri, yang kini sedang menjabat sebagai Bupati Kabupaten Bima. Dibalik keramahannya, Dinda (sapaan akrabnya) mengangkat "Bima Ramah" yakni sebagai simbol nahkodanya dalam memimpin Kabupaten Bima.
Keberhasilannya memimpin Kabupaten Bima, dapat kita lihat dan kita ukur secara langsung. Mulai dari kemajuan pada aspek pembangunan sampai pada aspek pendidikan juga kesehatan, terlebih lagi pada aspek kemajuan teknologi dan informasi juga pariwisata dan budaya. Berbagai Investor dari beberapa negara kini telah masuk pada wilayah kabupaten Bima. Tidak lain dan tidak bukan, ini semua berkat usaha dan kekuatan lobi yang dilakukannya untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya.
Namun, sebagai manusia Dinda pun tidak luput dari kesalahan dan khilafnya insan ciptaan tuhan yang esa. Sehingga dari berbagai sudut setiap elemen datang mengkritik dan bahkan menghujatnya. Banyak hal yang menjadi bahan otokritik datang menghampirinya, kritikan dan hujatan serta cacian kini telah menjadi tamu yang paling istimewah dalam kepimpinannya. Tapi dibalik kritikan yang datang, tidak sedikitpun baginya gentar dalam melanjutkan kepemimpinannya demi untuk rakyatnya.
Dinda selalu menghadapi masalah layaknya sebuah kebahagiaan baginya, karena baginya masalah itu merupakan demi kesejahteraan rakyatnya. Seorang perempuan tangguh dan tak pernah mengenal lelah demi menjalankan amanah itu, mampu menerima segala kritikan bahkan hujatan dan cacian dari berbagai arah pada setiap lorong-lorong kasih yang datang menghampirinya. Tak pernah dilupakan simbol Nahkodanya yakni Bima Ramah. Dan kritikan baginya adalah CINTA.
![]() |
| Hj. INDAH DHAMYANTI PUTRI SE |
Siapa lagi kalau bukan hj. Indah dhamayanti putri, yang kini sedang menjabat sebagai Bupati Kabupaten Bima. Dibalik keramahannya, Dinda (sapaan akrabnya) mengangkat "Bima Ramah" yakni sebagai simbol nahkodanya dalam memimpin Kabupaten Bima.
Keberhasilannya memimpin Kabupaten Bima, dapat kita lihat dan kita ukur secara langsung. Mulai dari kemajuan pada aspek pembangunan sampai pada aspek pendidikan juga kesehatan, terlebih lagi pada aspek kemajuan teknologi dan informasi juga pariwisata dan budaya. Berbagai Investor dari beberapa negara kini telah masuk pada wilayah kabupaten Bima. Tidak lain dan tidak bukan, ini semua berkat usaha dan kekuatan lobi yang dilakukannya untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya.
Namun, sebagai manusia Dinda pun tidak luput dari kesalahan dan khilafnya insan ciptaan tuhan yang esa. Sehingga dari berbagai sudut setiap elemen datang mengkritik dan bahkan menghujatnya. Banyak hal yang menjadi bahan otokritik datang menghampirinya, kritikan dan hujatan serta cacian kini telah menjadi tamu yang paling istimewah dalam kepimpinannya. Tapi dibalik kritikan yang datang, tidak sedikitpun baginya gentar dalam melanjutkan kepemimpinannya demi untuk rakyatnya.
Dinda selalu menghadapi masalah layaknya sebuah kebahagiaan baginya, karena baginya masalah itu merupakan demi kesejahteraan rakyatnya. Seorang perempuan tangguh dan tak pernah mengenal lelah demi menjalankan amanah itu, mampu menerima segala kritikan bahkan hujatan dan cacian dari berbagai arah pada setiap lorong-lorong kasih yang datang menghampirinya. Tak pernah dilupakan simbol Nahkodanya yakni Bima Ramah. Dan kritikan baginya adalah CINTA.



Comments
Post a Comment