Kampanye Berkah Prabowo-Sandi "Mengguncang Indonesia Hingga Jokowi Menggigil"
Kampanye adalah sebuah panggung promosi serta pemaparan visi-misi secara terbuka dihadapan rakyat. Umumnya momentum ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisah dari setiap hajatan politik demorasi. Artinya bukan lagi sesuatu yang istimewa bahkan wajib ada dalam setiap pemilu. Lalu apa yang beda dengan kampanye akbar Prabowo-sandi di Gelora Bung Karno hari ini?
Jawabannya jelas berbeda dan spesial. Tanpa saya harus mendetail tetapi sebenarnya rakyat Indonesia sudah sangat mengetahui dengan jelas perbedaannya dimana.
Kampanye Akbar Prabowo-Sandi bukanlah seperti kampaye biasa pada umumnya yang identik dengan visi-misi dan iringan musik dangdut seprti kampanye Jokowi yang membuat ulama besar Ma’ruf Amin ikut berjogetan. Tetapi kampanye kali ini sangat unik dan tidak pernah dilakukan oleh siapapun bahkan tidak pernah terjadi di negara manapun.
Yakni kampanye politik yang diawali dengan sholat subuh berjamaah dan zikir bersama. Kampanye yang benar-benar mengharapkan rahmat dan keridhoan Allah SWT. Kampanye yang hanya terjadi di Negara Republik Indonesia dan hanya terjadi pada kampanye Prabowo-Sandi. Kampanye ini saya namai dengan “Kampanye Berkah”.
Indonesia adalah negara Islam terbesar didunia, maka segala macam aktifitas di negara ini seyogyanya harus menghadirkan Allah SWT untuk mengharapkan rahmatNya. Bisa saja alasan negara Islam tebesar ini penuh dengan problem, salah satu faktornya adalah kita cenderung melupakan kehadiratNya.
Selama ini kita hanya melihat kampanye politik diisi oleh tokoh-tokoh politik saja, nyaris tokoh-tokoh agama ikut terlibat didalamnya. Namun, berbeda dengan kampanye Prabowo-Sandi kali ini, tidak hanya tokoh-tokoh politik yang hadir tetapi seluruh ulama-ulama besar dan para Habaib bertumpah ruah dalam meramaikan dan berzikir demi kemenangan Prabowo-Sandi.
Rasanya pemilu kali ini bukan hanya soal Prabowo-Sandi jadi Presiden dan Wakil Presiden, tetapi ada hal-hal besar lainya yang jauh lebih urgen dari dua orang ini. Semacam ada masalah negara yang sangat serius, ada ancaman nasib persatuan umat Islam yang harus dijaga, ada hak-hak rakyat pribumi yang perlu dilindungi, dan ada semacam kewaspadaan terhadap masa depan Indonesia.
Sederetan masalah inilah yang menurut saya kenapa Ulama dan Habaib dan jutaan rakyat Indonesia diseluruh penjuru negeri begitu ikhlas dan rela meninggalkan kampung halaman mereka demi datang kejakarta untuk meramaikan kampanye berkah Prabowo-sandi ini.
Kalau ada kemungkinan sekelompok orang ingin membantah maka argumentasi mereka tak cukup bahwa kampanye yang maha dahayat ini berkat kehendak Allah SWT melalui komando Imam Besar Umat Islam Indonesia MUHAMMAD HABIB RIZIEQ SHIHAB. Ini sangat nyata bahwa pengaruh HRS sungguh masih mengikat pada hati umat Islam Indonesia.
Kenyataan ini sekaligus membantah keraguan kelompok Jokowi yang telah menyepelekan hasil Ijtima Ulama. Sungguh umat Islam lebih paham mana ulama yang harus mereka dengar dan ikuti. Sekalipun Jokowi telah menyodorkan ulama sekelas Ma’ruf Amin tetapi pamornya tidak seberapa dibandingkan dengan pamor dan pengaruh HRS. Silahkan Usir HRS tetapi jangan salah bahwa walau jasadnya tidak ada di Indonesia tetapi suaranya sangat dirindukan oleh umat Islam.
Energi Positif 212 tidak hanya mampu melahirkan persatuan umat Islam Indonesia tetapi telah terpancar keseluruh dimensi kehidupan rakyat Indonesia termasuk kedalam dimensi sosial politik. Kampanye Akbar Prabowo-Sandi rasanya seperti reoani akbar 212, nyaris sulit dibedakan mana kampanye dan mana Tabligh Akbar. Keduanya sama sama saja. Seolah-seolah bagi rakyat Indonesia seperti rangkaian ibadah. Ini sangat menakjubkan karena begitu nikmat dan membahagiakan.
Mungkinkah ini akan menjadi masalah bagi Jokowi?
Sudah pasti menjadi masalah besar buat keberlanjutan nasib Jokowi untuk mempertahankan kekuasaannya. Kenapa tidak, karena hanya kampanye Prabowo-Sandilah yang mampu mengumpulkan jutaan orang dari berbagai daerah di Jakarta. Sudah barang tentu bisa diukur bahwa siapa yang akan memenangkan pertarungan pada 17 April 2019 nanti.
Walau segala upaya yang dilakukan Petahana, termasuk menghadang dan mengubah waktu kampanye Akbar ini dan mencoba memasang ratusan Baliho Jokowi disekitar GBK, namun tidak menurunkan niat para pendukung Prabowo-Sandi untuk terus berdatangan demi memutihkan Jakarta. Jelas sudah bahwa Jokowi lebih takut dan menggigil melihat limpah ruah dukungan Prabowo-Sandi.
Menurut saya ada kemungkinan besar Jokowi-Ma’ruf tidak akan berani menggunakan GBK sebagai titik kampanyenya di Jakarta. Dia akan berpikir seribu kali karena ada kekhawatiran massanya nanti tidak bisa melawan massa kampanye Akbar Prabowo-Sandi. Jika Jokowi tetap memaksakan diri memiliki GBK sama saja Jokowi telah menelanjangi dirinya sendiri.
Alasanya sederhana karena rakyat Indonesia akan menjadikan Kampanye Akbar Prabowo-Sandi hari ini sebagai standar utama untuk mengukur besarnya dukungan rakyat untuk kedua pasangan Calon Presiden yang akan kita kita pilih pada 17 April Nanti. Semoga saja Jokowi tidak akan memilih GBK jika dia tidak ingin meradang dan menggigil.
Sebagai akhir dari tulisan ini, apapun kondisinya, kita semua tentu tidak mengharapkan pemilu 17 april 2019 nanti penuh dengan masalah apalagi kecurangan. Maka kita semua diharapkan untuk mengawal dan menjaganya demi martabat dan harga diri Indonesia. Pemilu hanya sehari tetapi Indonesia adalah milik kita selamanya. Salam hangat salam perdamaian.
![]() |
| Fadlin Guru Don |
Kampanye Akbar Prabowo-Sandi bukanlah seperti kampaye biasa pada umumnya yang identik dengan visi-misi dan iringan musik dangdut seprti kampanye Jokowi yang membuat ulama besar Ma’ruf Amin ikut berjogetan. Tetapi kampanye kali ini sangat unik dan tidak pernah dilakukan oleh siapapun bahkan tidak pernah terjadi di negara manapun.
Yakni kampanye politik yang diawali dengan sholat subuh berjamaah dan zikir bersama. Kampanye yang benar-benar mengharapkan rahmat dan keridhoan Allah SWT. Kampanye yang hanya terjadi di Negara Republik Indonesia dan hanya terjadi pada kampanye Prabowo-Sandi. Kampanye ini saya namai dengan “Kampanye Berkah”.
Indonesia adalah negara Islam terbesar didunia, maka segala macam aktifitas di negara ini seyogyanya harus menghadirkan Allah SWT untuk mengharapkan rahmatNya. Bisa saja alasan negara Islam tebesar ini penuh dengan problem, salah satu faktornya adalah kita cenderung melupakan kehadiratNya.
Selama ini kita hanya melihat kampanye politik diisi oleh tokoh-tokoh politik saja, nyaris tokoh-tokoh agama ikut terlibat didalamnya. Namun, berbeda dengan kampanye Prabowo-Sandi kali ini, tidak hanya tokoh-tokoh politik yang hadir tetapi seluruh ulama-ulama besar dan para Habaib bertumpah ruah dalam meramaikan dan berzikir demi kemenangan Prabowo-Sandi.
Rasanya pemilu kali ini bukan hanya soal Prabowo-Sandi jadi Presiden dan Wakil Presiden, tetapi ada hal-hal besar lainya yang jauh lebih urgen dari dua orang ini. Semacam ada masalah negara yang sangat serius, ada ancaman nasib persatuan umat Islam yang harus dijaga, ada hak-hak rakyat pribumi yang perlu dilindungi, dan ada semacam kewaspadaan terhadap masa depan Indonesia.
Sederetan masalah inilah yang menurut saya kenapa Ulama dan Habaib dan jutaan rakyat Indonesia diseluruh penjuru negeri begitu ikhlas dan rela meninggalkan kampung halaman mereka demi datang kejakarta untuk meramaikan kampanye berkah Prabowo-sandi ini.
Kalau ada kemungkinan sekelompok orang ingin membantah maka argumentasi mereka tak cukup bahwa kampanye yang maha dahayat ini berkat kehendak Allah SWT melalui komando Imam Besar Umat Islam Indonesia MUHAMMAD HABIB RIZIEQ SHIHAB. Ini sangat nyata bahwa pengaruh HRS sungguh masih mengikat pada hati umat Islam Indonesia.
Kenyataan ini sekaligus membantah keraguan kelompok Jokowi yang telah menyepelekan hasil Ijtima Ulama. Sungguh umat Islam lebih paham mana ulama yang harus mereka dengar dan ikuti. Sekalipun Jokowi telah menyodorkan ulama sekelas Ma’ruf Amin tetapi pamornya tidak seberapa dibandingkan dengan pamor dan pengaruh HRS. Silahkan Usir HRS tetapi jangan salah bahwa walau jasadnya tidak ada di Indonesia tetapi suaranya sangat dirindukan oleh umat Islam.
Energi Positif 212 tidak hanya mampu melahirkan persatuan umat Islam Indonesia tetapi telah terpancar keseluruh dimensi kehidupan rakyat Indonesia termasuk kedalam dimensi sosial politik. Kampanye Akbar Prabowo-Sandi rasanya seperti reoani akbar 212, nyaris sulit dibedakan mana kampanye dan mana Tabligh Akbar. Keduanya sama sama saja. Seolah-seolah bagi rakyat Indonesia seperti rangkaian ibadah. Ini sangat menakjubkan karena begitu nikmat dan membahagiakan.
Mungkinkah ini akan menjadi masalah bagi Jokowi?
Sudah pasti menjadi masalah besar buat keberlanjutan nasib Jokowi untuk mempertahankan kekuasaannya. Kenapa tidak, karena hanya kampanye Prabowo-Sandilah yang mampu mengumpulkan jutaan orang dari berbagai daerah di Jakarta. Sudah barang tentu bisa diukur bahwa siapa yang akan memenangkan pertarungan pada 17 April 2019 nanti.
Walau segala upaya yang dilakukan Petahana, termasuk menghadang dan mengubah waktu kampanye Akbar ini dan mencoba memasang ratusan Baliho Jokowi disekitar GBK, namun tidak menurunkan niat para pendukung Prabowo-Sandi untuk terus berdatangan demi memutihkan Jakarta. Jelas sudah bahwa Jokowi lebih takut dan menggigil melihat limpah ruah dukungan Prabowo-Sandi.
Menurut saya ada kemungkinan besar Jokowi-Ma’ruf tidak akan berani menggunakan GBK sebagai titik kampanyenya di Jakarta. Dia akan berpikir seribu kali karena ada kekhawatiran massanya nanti tidak bisa melawan massa kampanye Akbar Prabowo-Sandi. Jika Jokowi tetap memaksakan diri memiliki GBK sama saja Jokowi telah menelanjangi dirinya sendiri.
Alasanya sederhana karena rakyat Indonesia akan menjadikan Kampanye Akbar Prabowo-Sandi hari ini sebagai standar utama untuk mengukur besarnya dukungan rakyat untuk kedua pasangan Calon Presiden yang akan kita kita pilih pada 17 April Nanti. Semoga saja Jokowi tidak akan memilih GBK jika dia tidak ingin meradang dan menggigil.
Sebagai akhir dari tulisan ini, apapun kondisinya, kita semua tentu tidak mengharapkan pemilu 17 april 2019 nanti penuh dengan masalah apalagi kecurangan. Maka kita semua diharapkan untuk mengawal dan menjaganya demi martabat dan harga diri Indonesia. Pemilu hanya sehari tetapi Indonesia adalah milik kita selamanya. Salam hangat salam perdamaian.



Comments
Post a Comment