Tangis Dara
Sekian lama menjalin kasih,
Sekian lama memadu asmara,
Namun kian kau selalu diuji,
Diuji kekuatan raga pun jiwamu,
Ujian mencoba membunuhmu,
Perlahan menggerogoti energimu,
Ia merampas segala daya hidupmu,
Hingga kau terlihat tak lagi mampu berdiri,
Pun melangkah kedepan,
Sejenak hidupmu terhenti,
Oleh keadaan yang membawamu terbang,
Terbang mengelilingi awan bersama indahnya langit,
Namun kau terhempas,
Seketika kau ditarik,
Lalu dibanting kedasar bumi,
Kau pun terlihat hancur,
Hancur berkeping-keping,
Hingga kisah yang tetap abadi,
Abadi dalam catatan sejarah,
Baik sejarah tertulis,
Atau pun sejarah dalam ingatanmu,
Tentu itu keabadian.
Bangkit dan terbanglah kembali wahai sayap-sayap patah
Sekian lama memadu asmara,
Namun kian kau selalu diuji,
Diuji kekuatan raga pun jiwamu,
![]() |
| Gambar Ilustrasi |
Perlahan menggerogoti energimu,
Ia merampas segala daya hidupmu,
Hingga kau terlihat tak lagi mampu berdiri,
Pun melangkah kedepan,
Sejenak hidupmu terhenti,
Oleh keadaan yang membawamu terbang,
Terbang mengelilingi awan bersama indahnya langit,
Namun kau terhempas,
Seketika kau ditarik,
Lalu dibanting kedasar bumi,
Kau pun terlihat hancur,
Hancur berkeping-keping,
Hingga kisah yang tetap abadi,
Abadi dalam catatan sejarah,
Baik sejarah tertulis,
Atau pun sejarah dalam ingatanmu,
Tentu itu keabadian.
Bangkit dan terbanglah kembali wahai sayap-sayap patah



Comments
Post a Comment