Politisi ataukah Penyihir?

Dalam Teori klasik Aristoteles, politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Tapi fenomena yg terjadi, ibarat pepatan lama, jauh panggang dari api. Karena praktek para politisi lebih pada ambisi kekuasaan. 
Penulis//Pimred Inside Post - Pena Bumi
Bahkan seorang penulis kritis Amerika Serikat (AS), Martin L. Gross dalam tulisan populernya Call For Revolutian berkata: Kita hidup di sebuah dunia di mana politik telah mengganti filsafat.

Potongan tulisan Martin diatas sulit terbantahkan karena dinilai sudah mendekati kebenaran. Bahkan Diperkuat dengan  kondisi rill politik di Indonesia maupun beberapa negara luar. 

Jika dulu hanya ada satu pohon yang tidak dapat goyah oleh angin dan badai. Satu kekuatan yang mutlak yang tidak perlu ada persaingan keras di dalam pemilu. 

tetapi sekarang, politik tak ubahnya binatang. keduanya  sama, hanya beda kesempatan untuk hidup. Saling mangsa dan saling terkam, baik depan maupun belakang.  Ambisi kekuasaan dan kepentingan lebih penting daripada cita-cita.

 Jika ada yang kuat mereka merapat dan berteduh dibawahnya. Pun- sedikit demi sedikit mengerogoti kekuatan mereka,hingga akhirnya tumbang dan terbuang.

Sedangkan Filsafat secara harfiah bermakna pecinta kebijaksanaan. Kajian masalah umum dan mendasar tentang persoalan. seperti eksistensi, pengetahuan, nilai, akal, pikiran, dan bahasa. Istilah ini kemungkinan pertama kali diungkapkan oleh Pythagoras

Politisi di negeri ini  hanya indah  dlm kata2.   Prakterk Politik masa kini, diibaratkan semacam ritual sihir.  membunuh/mencelakai/menyakiti lawan2nya dengan cara yg tidak nampak bahkan nampak.  politik  di negeri ini telah menjadi sumber perpecahan dan melemahkan sehingga memunculkan kelompok2 pemuji dan pembenci. Kelompok yg tidak solid krn kebenaran diperoleh dr fanatisme. 

Pola dan cara politisi m  di negeri ini juga ibarat 'kentut'. Aroma busuknya hanya bisa dirasakan tp sulit  diliat dan diakui oleh pelaku kentutnya. Ini menurut saya!

Harusnya demokrasi ini menjadikan kita dewasa. Generasi dibentuk  menjadi tunas2 bAmbu yg kokoh, berdaya guna dan bermanfaat guna untuk Daerah lebih2 untuk keutuhan NKRI

Untuk itu, Mari bersama2 robohkan SEKAT/DINDING  kepentingan. Jadikan aku, kamu, kalian menjadi SATU hati, tujuan dan ide untuk wujudkan ke-RAMAH-an itu. 

Saya yakin, kita sama2 memiliki mimpi besar agar daerag Bima (Kabupaten/Kota) bisa berkembang pesat dan sejajar dengan daerah maju lainnya. 

Untuk kemajuan tentu ada tahapan. Tidak instan. Termasuk kualitas SDM yg terukur dan teruji dlm pemetaan potensi yg ada.
Misalnya Sektor Pertanian 
Sektor Pariwisata
Sektor Pendidikan
Sektor Kesehatan 
Dan sektor2 lainnya yang tidak terkontaminasi oleh kepentingan kelompok dan kekuasaan . 
terutama mengembalikan  'stigma negatif' tentang  politik yang terlanjur dimaknai tidak sehat. 

#penabumi
#melawanpikiransengkuni
#jayalahkita

Comments

Post a Comment

Popular Posts