Catatan Pacar-pelacurku

Kekasih, aku minta kau bernafaslah untuk kita. Sekali-kali kita ke pantai, main disemak-semak seperti para anjing itu. Aku di atas dan kau di bawah, sebaluknya boleh kita berganti posisi atau guling-guling.
Penulis// La Ndolo Conary
Kau terlalu sibuk selama ini, ngurus orang lain dengan pura-pura mengabdi, padahal kau bohong dan munafik. Kau sesungguhnya tidak ikhlas berjuang untuk mereka, apakah dia orang biasa atau para birokrat. Intinya kau bekerja untuk mendapat popularitas dan mendapat uang serta jabatan.

Beragam cara kau beralasan agar kelihatan tulus, malah suatu waktu kau pakai baju piama dan dikepala kau hiasi kopiah, supaya tampilanmu agamis. Aku sebagai kekasihmu sangat risih kelakuanmu itu, seakan mewakili agamawan tapi sungguhnya kau lecehkan agama, bicara pun mengutip teori mulai filsuf barat kemudian kembali merujuk filsuf timur agar dianggap intektual kridibel dan integritas. Semua itu caramu memanipulasi wajah dengan bedak dari timur tengah.

Makanya kali ini, aku mengajakmu bercinta di pantai, sungai, dan gunung. Kita bercinta ibarat binatang saja, malas aku menuntaskan nafsu digedung-gedung; kampus, hotel, dan kos-kosan.

Aku tak mau pura-pura lagi, kita harus bercinta melakoni anjing, kucing, kambing, kerbau, sapi, dan setan sekali pun. Tapi sampai hari kumasih pelajari cara bercintanya setan itu. Kita mulai berhenti untuk berfikir tentang etika dan moral.
Kekasihku, marilah kita bercinta tanpa harus menghamili rahimku, sebab sia-sia kumengandung-bayi jika kelak terlahir mewakili dajjal. *****!!!

Comments

Popular Posts