SEKS

Foto penulis // Badai NTB
Seks terbilang nafsu yang paling sosial. Tanpa memperhitungkan moral, secara naluriah kita bisa turut bergembira menyaksikan orang lain yang sedang memenuhi nafsu seksnya.

Kita punya hasrat kesenangan walaupun sekadar untuk menontonnya. Itulah kenapa ada pornografi, yang melahirkan industri seperti blue film (BF) dan majalah dewasa dengan omzet besar.

Seks berbeda dengan nafsu lain, misalnya nafsu makan. Adakah orang, terutama lelaki, yang sanggup suntuk berjam-jam menyaksikan tayangan dengan sajian berupa adegan-adegan orang sedang makan bakwan biarpun orang itu adalah Via Vallen?

Adakah media pendulang iklan yang menjebak pengunjung dengan gambar Grace Natalie sedang mangap ngemplok Salome?

Saking sosialnya nafsu yang satu itu, ia jadi begitu canggih buat menyedot perhatian. Ia jadi empuk sebagai bahan berita dengan judul-judul menggemaskan.

Ia juga legit buat stok pengalihan isu, yang bisa dengan gampang ditembakkan sewaktu-waktu. Sebab, kabar terkait seks tidak cuma memberikan informasi, walakin memberdayakan imajinasi.

Akan beda nuansa dan sensasinya jika ada berita video pornografi, itu faktanya. Sebab, seks dengan segala tetek bengeknya seperti politik, dicaci-maki tapi tetap direbutkan. Bukan begitu?

Comments

  1. hallo... aku disini kamu diama... hehehehehe

    ReplyDelete
  2. Saya cuman bertanya ..
    Apa itu Dorongan seksualitas, ?
    Dan apa itu perilaku seksualitas,,??

    ReplyDelete

Post a Comment