SEKS
![]() |
| Foto penulis // Badai NTB |
Kita punya hasrat kesenangan walaupun sekadar untuk menontonnya. Itulah kenapa ada pornografi, yang melahirkan industri seperti blue film (BF) dan majalah dewasa dengan omzet besar.
Seks berbeda dengan nafsu lain, misalnya nafsu makan. Adakah orang, terutama lelaki, yang sanggup suntuk berjam-jam menyaksikan tayangan dengan sajian berupa adegan-adegan orang sedang makan bakwan biarpun orang itu adalah Via Vallen?
Adakah media pendulang iklan yang menjebak pengunjung dengan gambar Grace Natalie sedang mangap ngemplok Salome?
Saking sosialnya nafsu yang satu itu, ia jadi begitu canggih buat menyedot perhatian. Ia jadi empuk sebagai bahan berita dengan judul-judul menggemaskan.
Ia juga legit buat stok pengalihan isu, yang bisa dengan gampang ditembakkan sewaktu-waktu. Sebab, kabar terkait seks tidak cuma memberikan informasi, walakin memberdayakan imajinasi.
Akan beda nuansa dan sensasinya jika ada berita video pornografi, itu faktanya. Sebab, seks dengan segala tetek bengeknya seperti politik, dicaci-maki tapi tetap direbutkan. Bukan begitu?

hallo... aku disini kamu diama... hehehehehe
ReplyDeleteSaya cuman bertanya ..
ReplyDeleteApa itu Dorongan seksualitas, ?
Dan apa itu perilaku seksualitas,,??
Pengalaman yaa..?
ReplyDeleteAyoo ngaku.