PEREMPUAN DI ANTARA PUSARAN PUBLIK DAN DOMESTIK

Gambar penulis // Sukarni Ahmad
Perempuan adalah salah satu dari dua jenis kelamin manusia, satunya lagi adalah pria atau 
laki-laki. Perbedaan dari wanita, istilah “perempuan” dapat merujuk kepada orang yang telah 
dewasa. Awal hadirnya perempuan yaitu kehadiran Hawa, yang diciptakan untuk menemani 
adam menjalankan perintah tuhan. pada cerita Hawa dan Adam pertama kali turun di bumi, 
perempuan sudah dimaknai sebagai biang masalah, karna hawa tergoda oleh rayuan setan 
yang menyuruh untuk mengambil buah kuldi .

Perempuan adalah sosok yang kerap kali menjadi perbincangan yang tiada habisnya. Sesuatu 
yang menyangkut perempuan akan terus mendapat perhatian untuk dibicarakan. Bagi sebagian orang, perempuan adalah masyarakat kelas dua. Ia tidak berhak untuk berpendapat 
bahkan mengurus dirinya sendiri, Semuanya diatur oleh laki-laki. Di satu sisi ada yang begitu 
memuja perempuan. Hidup seakan mati tanpanya, segala yang dilakukannya adalah untuk 
perempuan.

Peran perempuan sangat mendukung kemajuan dan keberlanjutan dalam kehidupan sosial. 
perempuan dapat memainkan perannya baik di dunia domestik dan publik seperti dibidang 
pendidikan, ekonomi, budaya, sosial dan politik. Dalam sejarah indonesia, kemunculan 
perempuan dalam dunia politik bukan hal baru. Di kerajaan Kalingga, ada Ratu Shima yang di 
kenal sebagai pemimpin negara yang adil dan bijaksana. Juga ada Ratu Shinta dari Majapahit 
dan ratu Kalinyamat dari mataranan yang menjadi tokoh spiritual yang disegani. Di Aceh, Cut 
Njak Dhien dan Nyi Ageng serang dari Banteng, yang tampil sebagai perang yang menentang 
penjajah Belanda.
Pasca kemerdekan Indonesia, kita mengenal nama-nama seperti; Maria Oelfah Soebadio, SK. 

Trimulti, Lasiyah Soetanto, Khofifah Indra parawansa sampai MS. Soewandi, yang 
menunjukan kemampuan meraka sebagai mentri. Sayangnya, tugas yang diembangkan pada 
mereka tak bisa lepas dari strotype tugas-tugas domestik seperti pengasuhan atau 
pemeliharan, pelayanan, dan amal (nurturing, caring and charity). 
Secara teologi juga bahwa manusia diciptakan dari unsur yang sama yaitu tanah sebagaimna 
dalam al-Qur’an surat Al-Hijr “(ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat 
sesunggunya aku akan menciptan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur 
hitam yang membentuk. dan Q.S Al-Baqarah ayat 30 “ingatlah ketika allah berfirman kepada malaikat, hendak ku ciptakan manusia di muka bumi ini sebagai seorang khalifah (pemimpin).
Sudah jelas bahwa tidak ada yang membedakan perempuan dan laki-laki, kecuali bentuk 
ketaqwaannya sebagaimana yang dijelaskan dalam QS. Al-Hujarat 13. Perempuan diberi
ruang untuk berekspresi dalam dunia publik tanpa ada diskriminasi terhadap keberadaan kaum 
perempuan pada hari ini, keterlibatan perempuan dalam dunia publik tersebut sangat di 
dukung oleh Undang-Undang Nomor. 2 tahun 2008 tentang keterwakilan perempuan yang 
ada seperti dalam partai politik 30% di sediakan ruang untuk mengabadikan diri guna 
menjawab problematika ummat dan bangsa.
Kemajuan cara berpikir perempuan sudah dibuktikan di mana mereka mampu meposisikan di 
tempat-tempat yang strategis seperti Bupati (Hj. Indah Damayanti SE), Wakil Gubernur NTB 
(Sitti Rohmi Djalaliah) dan masih banyak perempuan hebat lainnya. keterlibatan perempuan 
hari ini patut diapresiasi karna mampu bersaing dan ikut andil dalam pembangunan bangsa.
Disisi lain perempuan juga harus memahami esensi dan eksistensinya sebagai seorang 
perempuan yang memainkan perannya di ruang domestik yang dimana perempuan selain 
menjadi anggota masyarakat yang harus memberikan sumbangsi ide dan gagasanya, 
perempuan juga memiliki peran yang sangat penting sebagai seorang istri dan ibu untuk anak-
anaknya, perempuan tidak boleh melupakan kuadratnya yang dimana perempuan bisa 
mengandung,melahirkan dan menyusui sehingga derajatnya tiga kali lebih tinggi dari seorang 
laki-laki, tapi seiring berkembangnya zaman dan kecanggihannya banyak sekali perempuan 
melupakan hak dan kewajibannya sebagai seorang perempuan demi ambisinya dalam dunia 
publik, seperti dalam buku “Aku lupa bahwa aku perempuan”(Ihsan Abdul Quddus), yang di 
mana seorang yang dianggap tokoh perempuan di mesir, yang semata-mata memikirkan 
ambisinya untuk karirnya dan melawan kebutuhan keperempuanannya.
Perempuan yang diharapkan itu memahami esensi dan eksistensi serta perannya baik diruang
publik lebih-lebih diruang domestik, karna kesuksesan seorang perempuan apabila dapat 
memainkan peran gandanya tanpa mencederai sisi keperempuananya. syair arab menyatakan 
bahwa maju mundurnya suatu negara adalah tergantung pada perempuan” begitu hebat dan 
penting seorang perempuan sehingga dirinya yang akan menentukan kemajuan serta 
kehancuran negara dan lebih-lebih agama karna dalam diri perempuan di titipkan tempat yang 
kokoh yaitu rahim. “kemudian kami letakkan dia ditempat yang kokoh (rahim). sampai waktu 
yang di tentukan, lalu kami tentukan bentuknya, maka kamilah sebaik-baiknya yang 
menentukan” (QS. Al-mursalaat, ayat 21-23). untuk memaksimalkan perempuan agar tidak terjadi diskriminasi terhadap perempuan maka dibutuhkan pendidikan yang cukup. agar 
perempuan masa depan dapat memaksimalkan perannya lewat pendidikan yang digeluti.

Comments

Popular Posts