Perempuan Satu Mangkok Bakso
Lama mengenalmu, tak cukup tinta tuk lukiskan cerita itu,,,
Parasmu yang sangat menggoda, membuat hasratku membabibuta,,,
Sekilas ku menikmati indahnya pandangan mataku,,,
Kepuasan birahiku terlunasi dengan indahnya pandangan itu,,,
Tatapanku pada moleknya tubuhmu,,,
Membuat akal terpaku dengan ambisi nafsuhku,,,
Nafsuh yang terus bergeriliya mencari mangsa,,,
Rasa penasaranku, pun terbayar oleh waktu dalam jumlah putaran menitnya,,,
Kau suguhku rendahmu padaku seharga satu mangkok bakso,,,
Kau dan aku pun saling menikmati diantaranya,,,
Kau menikmati nikmatnya mengunyah urat-urat hewan itu,,,
Aku pun demikian,,,
Namun, ku pun menikmati tatapanku yang bingar untukmu,,,,
Kau cukup memuaskan birahi setiap mata yang memandang,,,
Tak hanya aku yang menikmati tatapan itu,,,,
Melainkan, ada berjuta-juta dan bahkan, lebih dari itu,,,
Yakni, yang siap menerkammu saat tiba waktunya,,,,
Kini seakan usang dalam lamunan ingatanku,,,
Tentang liarnya birahiku saat itu,,,
Sebab, mungkin telah saling tahu,,,
Diantara 5 W 1 H itu,,,
Sehingga, tak hadir lagi ruang dan waktu itu,,
Mungkinkah kau tertawa terbahak-bahak ketika itu?
Ataukah, kau tersedih dengan harga dirimu dihadapanku,,,,
Hanya rasio mu yang mampu memecahkan pertanyaan itu,,,,
Tak saling kenal dan tak saling tutur,,,
Apalagi tutur, ucap pun tak ada,,,
Entah tiada lagi kutip, yang mesti diungkap,,,
Ataukah tak ada lagi ungkapan,,
Sampai bumi, kini hanya tandus yang terlihat,,,
Demikian kerasnya neraka menghampiri para pengungsi Bumi Pertiwi
Mengungsi, melanjutkan hidup tanpa teman,
Saudara,
Bapak,
Ibu,
Ataukah segenap keluarga besar
Pun kecil,
Hanyalah sendiri seorang diri yang lupa di-diri-kan.
Hingga diri menanggung sepi,,,
Sepi merana terbeban panasnya api,,,
Api pembakar dan penyuci,,,
Lalu suci dan kembali,,
Kembali putih dan tak ternoda lagi,,,
Dan tak lagi satu mangkok,,,,
Mangkok pecah dan sisa,,,
Sisa percikan kotoran-kotoran,,
Kotoran akal dan lidah serta mulut pun perut,,, 😃😃😃😃😃
Parasmu yang sangat menggoda, membuat hasratku membabibuta,,,
Sekilas ku menikmati indahnya pandangan mataku,,,
Kepuasan birahiku terlunasi dengan indahnya pandangan itu,,,
Tatapanku pada moleknya tubuhmu,,,
Membuat akal terpaku dengan ambisi nafsuhku,,,
Nafsuh yang terus bergeriliya mencari mangsa,,,
Rasa penasaranku, pun terbayar oleh waktu dalam jumlah putaran menitnya,,,
Kau suguhku rendahmu padaku seharga satu mangkok bakso,,,
Kau dan aku pun saling menikmati diantaranya,,,
Kau menikmati nikmatnya mengunyah urat-urat hewan itu,,,
Aku pun demikian,,,
Namun, ku pun menikmati tatapanku yang bingar untukmu,,,,
Kau cukup memuaskan birahi setiap mata yang memandang,,,
Tak hanya aku yang menikmati tatapan itu,,,,
Melainkan, ada berjuta-juta dan bahkan, lebih dari itu,,,
Yakni, yang siap menerkammu saat tiba waktunya,,,,
Kini seakan usang dalam lamunan ingatanku,,,
Tentang liarnya birahiku saat itu,,,
Sebab, mungkin telah saling tahu,,,
Diantara 5 W 1 H itu,,,
Sehingga, tak hadir lagi ruang dan waktu itu,,
Mungkinkah kau tertawa terbahak-bahak ketika itu?
Ataukah, kau tersedih dengan harga dirimu dihadapanku,,,,
Hanya rasio mu yang mampu memecahkan pertanyaan itu,,,,
Tak saling kenal dan tak saling tutur,,,
Apalagi tutur, ucap pun tak ada,,,
Entah tiada lagi kutip, yang mesti diungkap,,,
Ataukah tak ada lagi ungkapan,,
Sampai bumi, kini hanya tandus yang terlihat,,,
Demikian kerasnya neraka menghampiri para pengungsi Bumi Pertiwi
Mengungsi, melanjutkan hidup tanpa teman,
Saudara,
Bapak,
Ibu,
Ataukah segenap keluarga besar
Pun kecil,
Hanyalah sendiri seorang diri yang lupa di-diri-kan.
Hingga diri menanggung sepi,,,
Sepi merana terbeban panasnya api,,,
Api pembakar dan penyuci,,,
Lalu suci dan kembali,,
Kembali putih dan tak ternoda lagi,,,
Dan tak lagi satu mangkok,,,,
Mangkok pecah dan sisa,,,
Sisa percikan kotoran-kotoran,,
Kotoran akal dan lidah serta mulut pun perut,,, 😃😃😃😃😃



Comments
Post a Comment