OH MAWARKU

                 //Kau Membabibuta//

Aku tahu warnamu hari ini, kau sedang  berbisik dengan ilusi prasangkamu. Kau potong leher menggunakan lidah, kau sontak saja menyalahkan keadaan.

Aku pun sadar dan tahu, kau anggap aku sedang bermain, bercanda ria dengan kebohongan. Walau itu hanya sebatas kiramu. Namun prasangka burukmu mengakar sampai pada kasih. Hingga rasa kau anggap caci yang tercaci oleh kebingunganmu.

Aku menilai itu wajar dan sangatlah wajar. Sebab, kau terkontaminasi oleh cengkraman batinmu yang tak berarah. Sampai kau lupa kau sedang apa.
Ahh tapi biarlah......😃😃😃

Aku baru mengenal dirimu dan kau pun demikian pada dunia nyata ini. Tapi, ternyata kau pun tidak salah dengan apa yang pernah kubaca, hakikatnya demikian.

Namun akal menilai itu salah, sebab rasionya akal tak sampai pada keyakinan hakikih. Karena hal demikian fungsi rasa dan hati yang tanpa syarat.

Akal ku berkata, bahwa kau sedang tersesat dengan egoh akalmu. Entah kenapa akalku menilai demikian.
Karena, seakan diri tak lagi di-diri-kan.

Ternyata rasioku tetap menuntun diri, walau telah sampai pada titik keadaan yang berbeda. Sebab rasa masih terarah dan tetap terarah.

#Marimerenung
#agartaksalah
#dalambertindak

Comments

Popular Posts