Hadirmu Bagai Mimpi
Dua tahun saling kenal, Empat tahun saling Lupa, 1/3 Hari ditahun 2019 pada awal bulan januari saling kenal hingga 0,01 Persen dihari kedua.
Apabila telah saling kenal, tentu konsekuensinya akan saling lupa. Jika telah bertemu, konsekuensinya pun adalah sebuah perpisahan. Itulah roda kehidupan yang selalu melewati seleksi alam semesta.
Akankah diwaktu dulu kembali terjadi, walau mungkin diawal ini hanyalah dianggap sebagai sebuah kebetulan semata dan bukan karena atas tujuan atau pun ingin diawal tahun itu.
Tanpa tersadarkan, ternyata dulu pernah saling kenal (waktu yang cukup lama). Namun, ternyata sempat pun saling lupa dalam jarak waktu yang lebih lama dari sebuah perkenalan hingga pada detik-detik akhir waktu hari pertama diawal bulan untuk tahun yang baru.
Entah, karena tak sedikit pun kekuatan yang dititipkan itu dapat memastikan seberapa lamakah kata saling kenal itu. Mungkinkah, ini merupakan awal untuk menuju akhir ataukah ini awal yang tiada akhir. Biarkan itu menjadi kuasa illahi robbi dan penantian pada seleksi alam.
Adakah ingin untuk munuju pada kata akhir? Ataukah menuju pada kata tiada akhir? Itu pun hanyalah sebuah pertanyaan yang tak mesti dan bahkan tiada mungkin kuasa ciptaan untuk melampaui batas kuasa pencipta. Hingga, pertanyaan tersebut dapat terjawabkan pada putaran detik jarum jam tangan atau pun Handphone yang tergenggam kini.
Bercanda sangatlah asik dan menyenangkan, itulah jalan komunikasi yang bermakna indah. Ketika itu terawat dan tersirami air dari syurganya allah, maka kata tiada akhir itu pun akan teraihkan, hingga muncul ungkapan paling indah bagi penghuni semesta, yaitu syukurnya pada illahi robbi.
15 persen energi tak kuasa bertahan lama untuk melanjutkan bagian dari kata yang indah itu. Tanpa tersadarkan, pun tak ada pemberitahuan dari objek hasil buatan ciptaan pencipta, sekejap meninggalkan gelap. Gelap warna terdeteksi oleh mata ketika tiba tempat tuju.
0 persen menuju pada 36 persen, meninggalkan jejak hitam bukan gelap. Hingga, kata tanya pun tiba untuk menemani diri dalam jeda waktu sekian detik-menit, bahkan menuju pada waktu /jam.
Tertoreh tintah-tintah diatas kertas putih, tertuang segala iluasi dan ambisi. Tekad dan nyali tak lagi berenergi, sebab tertinggal cerita pada jeda waktu sekian.
#SesekaliFokus



Comments
Post a Comment