DOMPU TAK LAGI NYAMAN
Dompu adalah sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Kabupaten ini berada di bagian tengah Pulau Sumbawa. Wilayahnya seluas 2.321,55 km dan jumlah penduduknya sekitar 193.334 jiwa. Kabupaten dompu berbatasan dengan kabupaten Sumbawah, utara flores dan kabupaten Bima dan selatan samudra Indonesia.
Kabupaten Dompu selain terkenal susu kudanya, akan tetapi banyak potensi alam nya sangat luar biasa indahnya. Ada beberapa tempat yag paling populer dan memiliki keunikan tersendiri seperti Pantai Lakey, gunung tambora, pulau satonda, Nisa sapudu Air Terjun Oi Panca adalah air terjun yang bertempat di desa saneo yang tersembunyi di dalam hutan dengan memiliki pandangan alam yang sangat sejuk, indah dan rupawan, bukit matombo dan padang savana tambora.
Air sebagai sumber penghidupan utama bagi mahluk hidup, cukup tersedia di kabupaten dompu. Persediaan air dimaksudkan cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk kebutuhan pengairan bagi daerah pertanian.
Melihat dari kekayaan alam yang melimpah ruah serta warna kehidupan msyarakat yang berfariasi. Pemerintah dompu menjadikan visi misa kabupaten dompu berikut ini : misi. Terwujudnya masyarakat dompu yang sejahtera dan religius tahun 2020 di semangati oleh nggahi rawi pahu.
Menjadi misi pemerintah kabupaten dompu adalah :
peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan mutu kehidupan sosial budaya, peningkatan supremasi hukum dan pengembangan kehidupan politIk daerah, peningkatan kualitas keamanan dan ketertiban masyarakat, peningkatan mutu kehidupan beragama, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam dan lingkunga hidup yang seimbang dan berkelanjutan dan peningkatan pertumbuhan wilayah dan meperataan pembangunan desa dan kota. dengan beberapa kecamatan yang ada di kabupaten dompu seperti Kecamatan Dompu, Hu’u, Manggelewa, Pajo, kempo, Pekat, Kilo dan Woja.\
Sungguh sangat sejuk alamnya, damai, tentram, dan sejahtera suatu daerah jika visi dan misi tersebut di implemntasikan di dunia nyata.
Apalah daya daerah tercinta beberapa tahun terakhir selalu mengalami pergejolakan baik dalam segi sosal dimana antara warga saling berperang antara satu dengan yang lainnya, sebut saja 1 tahun yang lalu terjadi komflik antar kampung di kecamatan manggelewa dan kecamatan woja, belum lagi gejola sosial lainnya, belum lagi para pengkonsumsi barang haram/terlarang seperti narkoba terlebih lagi pengkonsumsi tramamadol mulai dari yang remaja, dewasa sampai yang tua. Ini sebagai penanda dalam segi sosial pemerintah belum mampu mengendalikan masyarakatnya sebagaimana visi misi pemerintah kabupaten Dompu.
Dalam menigkatakan perekonoian melalui program PIJAR (Sapi, Jagung dan Rumpul Laut) pemeritah daerah kabupaten Dompu menjadi kebanggaan tersendiri oleh pemerintah terkait. Atas keberhasilannya yang konon katanya menekan angka kemiskinan masyarakatnya dengan program PIJAR tersebut. Akan tetapi satu hal yang tidak di sadari pemerintah dari program tersebut, yaitu hanya jagung yang berjalan sukses di anatara program pijar tersebut, selain dari sapi dan rumput laut.
Itu artinya pemerintah masih beluk konsisten dalam menjalankan program pijar secara komprehensif kepada masyarakat. Dimana di antara sapi, jagung dan rumpu laut hanya jagung menjadi kebangaan pemerintah menjadi proogram andalan. Maka dari itu pemerinta belum memiliki kesiapan yang secara matang dalam menjalankan program tersebut.
Program PIJAR pemerintah selain menekana tingkat perekonoian masyarakat juga membawa mala petaka bagi kehidupan masyarakat dan alam di sekitarnya. Satu tahun yang lalu terjadi banji bandang di kecamatan dompu dan sekarang terjadi banjir bandang kembali terjadi di daerah tercinta. Dimana daerah tersebut kalau kita lihat secara seksama, tidak akan perna terjadi banjir bandang jika kita lihat dari segi wilayah.
Sebab di wilayah tersebut bukanlah daerah perkotaan yang jauh dari penghijauan, sungguh kita heran melihat daerah tersebut menjadi bagian terjadi banjir bandang di kabupaten dompu. Kalu kita tengok bagian utara dan timur di kelilingi gunung-gung yang di penuhi pohon-ponon yang rindang. Tapi itu tinggalah ceritah semata. Karena gubung-gunung tesebut yang sebelumnya rindang kini tersisa hanya tanah gundul, itu di akibatkan keserakahan masyarakat dalam menebang pohon secara liar sebagai tempat berladang mereka.
Hutan sebagai sumber kehidupan masyarakat, tetapi jika hutan tersebut tidak lagi bersahabat dengan alam. Makan jangan heran terjadi banjir bandang dimana-mana. Untuk itu pemerintah seharusnya tidak hanya memikirkan suksesnya pragramnya. Tetapi perlu memikirkan keselamatan hidup masyarakat dalam masa yang akan datang. Bayangkan jika terus menerus pemerintah membiarkan masyarakat menebang hutan secara liar dan membabi buta dan gunung-gung gundul, Maka jangan heran jika air akan susah kita dapat, kekeringat kita rasakan dan banjir bandang kita alami. Maka tempat-tempat wisata yang menjadikan kebangaan pemerintah dan masyarakat kabupaten dompu diatas, hanya akan menjadi cerita.
Stop penebangan hutan demi keselamata hidup di masa yang akan datang. Sebab kita sudah mulai merasakan akibat penebangan hutan secara terus menerus dan makin meluas itu. Pemerintah sebagai kunci keselamatan. Sewalaupun masyarakat yang melakukannya atas penebangan hutan. Jika tidak, maka dompu yang menjadi kebangaan itu akan menjadi hanya cerita.



Comments
Post a Comment