Birahiku Keliaran

Wanita//

Mengapa setiap kali aku duduk disudut dan persimpangan jalan, saat ku melihat kau tunggangi motor bebek maupun matic, terlebih motor gede.
Paras dan lekukan tubuh yang kau bungkus dengan cukup rapi membuat pandanganku menembus dinding batasmu.

Kau uji birahiku dengan lekukan tubuhmu yang kau bungkus, dan parasmu yang kau poles dengan bedakmu. Akalku terusik dengan pandangan mataku saat melihat dirimu lewat dihadapanku.

Wanita, jumlahmu yang cukup banyak, dan bahkan melebihi banyaknya laki-laki, membuat mataku tak mampu membedakan, yang manakah perempuan dan manakah wanita. Apalagi jatah untukku.

Karena setiap kali mata ini memandang, tak satupun perempuan ataupun wanita yang mampu menahan pandangan ini, dengan cukup melihat satu paras dan satu lekukan tubuh saja. Melainkan, selalu saja ingin menikmati pandangan itu pada setiap kali ada diantara kalian yang lewat dihadapanku.

Apakah diri ini yang salah? Ataukah kamu? Dia? Mereka dan yang lainnya? Aku tak tahu itu.
Tapi yang jelas, mataku berfungsi utk mendeteksi warna dengan cara memandang setiap pandangan yang mampu terdeteksi olehnya.

Sedkit  saran dariku untukmu para pembungkus birahiku...

Berhentilah membukus lekukan tubuhmu, dan tutuplah kepalamu dengan kain atau taplak meja agar auratmu terjaga.
Tutuplah ia tapi tidak untuk membukusnya (aurat).

Mungkin setelah itu, birahiku tidak lagi berkeliaran, juga tak lagi kalian bungkusi dengan tarikan paras dan lekukan itu.
Sehingga akan lebih baik untuk dirimu dan diriku, pun pandangan ku  tak lagi menimbulkan birahi ganas ini.

#Sudut-sudutlorong
#&
#Persimpanganjalan
#Fatih

Comments

Popular Posts