TAJUK
SUKSES
DI PILKADA MERUPAKAN SUATU KEHARUSAN
Oleh : Taufik Ramadhoan S.T
Sejumlah kalangan menilai khualitas sumber
daya manusia (SDM), hari ini dalam
bidang keilmuan dan pendidikan mulai tergeser oleh perkembangan kemajuan
politik , yang saat ini menjadi hidangan yang sangat lejat bagi para generasi
maupun masyarakat pada umunya, Terlebih lagi para politisi dan politikus itu
sendiri. Salah satunya disebabkan oleh penyerapan terhadap pengaruh kondisi
yang sedang hangat menjadi perbincangan masyarakat hari ini.
Kalau masalah ini
terus dibiarkan, bukan tidak mungkin program pemerintah yang diarahkan pada
perbaikan kondisi yang cukup signifikan melalui visi dan misi yang dibangun
sejak awal untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan serta kedamaian dan
keharmonisan dalam berhubungan sosial, tidak akan tercapai bahkan jauh dari yang
diharapkan. “Karena
politik hari ini , manusia cenderung menyampingkan khualitas dirinya dalam beribadah dan aktivitas
lain yang dapat mempererat tali silaturahim antara sesamanya” kata pimpinan
redaksi Koran Stabilitas, Rafidin disela-sela percetakan Koran minggu sore
(11/02).
Menurut pimpinan redaksi itu bergesernya
nilai-nilai agama pada era sekarang ini dan berkurangnya hubungan yang dibangun
antara hubungan manusia dengan manusia, dan manusia dengan Tuhan, khususnya dinamika kehidupan dan aktivitas para
generasi sekarang dilihat dari kondisi sosial sekarang ini, pendekatan diri
seperti menguatkan kebersamaan dan mendalami ilmu tentang teologi-teologi
agama.”Bukan hanya giat dalam
kegiatan pilkada”, tambahnya.
Karena itu , beliau ajak agar para generasi dan manusia pada
umumnya mampu memahami hakikat dari penciptaan-Nya di dunia ini, maka
peran dari kreatifnya seorang pemimpin dalam pola kepemimpinannya sangatlah
penting untuk menyadarkan kembali bagaimana kondisi yang seharusnya, erlu ada keseimbangan dalam menjalankan hidup dan
kehidupan. “Jangan pincang, lanjut Rafidin, S.Sos yang sedang digadang untuk masuk calon
legislatif mendatang.
Hal senada disampaikan pula, Dosen kampus Kesehatan Akademi Kebidanan Surya
Mandiri,
Usman D Ganggang, M.Pd bahwa dengan kondisi riilnya hari ini perlu adanya pemulihan
kembali dan dilakukan pelatihan untuk mengembalikan kondisi normatifnya “Untuk
memperbaiki keadaan ini perlu adanya wadah yang disiapkan oleh pemerintah. Dalam
hal ini, penyediaan kebutuhan yang bersifat produktif bagai Sumber Daya Manusia
(SDM), contoh : seperti halnya penyediaan pelatihan yang diadakan oleh
Dinas-dinas yang terkait untuk perubahan serta kemajuan SDM dan penyediaan
kebutuhan Literasi Baru Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, bagi para generasi dalam membantu peningkatan
mutu perkembangan potensial diri,” katanya.
Literasi baru ini harus disambut, mengingat
fakta lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan menggunakan
tekhnologi untuk menjual produk mereka secara online. Ini baru salah satu
contoh, dan yang paling dekat dengan kita adalah pemanfaatan HP.
Di akuinya jika pemerintah tidak menyediakan
kebutuhan masyarakatnya, maka program kepemimpinannya dalam menduduki kursi
elit tersebut tidak sukses “Kita bisa bayangkan, bagaimana bila pemerintah tidak mampu membaca dan memanfaatkan teknologi, kebutuhan
masyarakat tentu perkembangan dan kemajuan daerah tidak akan tercapai”tandasnya
lagi seraya mengajak untuk mengawali suatu perubahan dalam menghadapi era Revolusi Industr 4.0.
Maka langkah praktisnya memang diperlukan
pemimpin yang kreatif, inovatif, dan kompetitif dalam
membangun sebuah daerah. Kalau ingin ada perubahan dan kemajuan yang
berkesinambungan , iya harus memiliki pemimpin seperti yang saya sebutkan di atas. Artinya diperlukan
pemimpin yang mampu membaca “sikontolpanjang (situasi, kondisi, toleransi, pandangan
dan jangkauan). Jangan tunggu nanti, karena nanti tidak akan pernah habis, jadi
tindakan itu diperlukan sekarang. Kapan lagi kalau bukan sekarang. Jika ini terlaksana, maka akan menjawab “sukses di
Pilkada, merupakan sebuah keharuasan” tercapai
(TR).***)



Comments
Post a Comment