KAU-GILA
(Kreatif, Aktuating, Universal-Gali Ilmu Lalu
Action)
Oleh : Taufik
Ramadhoan S.T
Tidak banyak orang yang mampu memahami kesederhanaan, dan terlebih lagi dengan hal-hal yang sederhana. Dengan dinamika
kehidupan hari ini, semakin membuat sikap manusia apatis terhadap
kesederhanaan. Banyak yang menganggap bahwa modernisasi adalah sebuah perubahan
yang merupakan westernisasi. Perlu kita sadari bahwa modernisasi bukanlah
westernisasi, melainkan bagaimana manusia mampu untuk menjaga Nilai dalam
dirinya. Nilai adalah suatu objek yang akan menghukumi sikap, dan perilaku
serta tindakan manusia. Dan akal adalah objek yang akan menentukan sikap,
perilaku dan tindakan manusia, sehingga dapat kita lihat produktifitas Nilai
positif dan negatif dalam diri manusia
itu sendiri. Perkembangan dan kemajuan zaman bukanlah objek yang akan
menghilangkan Nilai-nilai positif pada kehidupan manusia, melainkan sebauh
perubahan yang akan mengarahkan manusia kearah yang lebih baik dari sebelumnya.
Budaya-budaya barat bukanlah kebutuhan
universal yang harus kita bawa masuk dalam diri. Sebab orang-orang barat berpenampilan menggunakan pakaian-pakaian
yang kurang bahannya itu, merupakan kebudayaan mereka sendiri. Budayanya
indonesia tentu berbeda dengan budaya-budaya barat. Tapi realitasnya hari ini,
indonesia lebih mengarah pada budaya-budaya barat. Hari ini banyak diantara
kita yang menganggap dirinya, ketika kita tidak mengikuti budaya-budaya barat
maka kita akan ketingglan zaman. Bukan lagi orang indonesia jika generasi hari
ini tidak memakai prodak-prodak luar negri, terlebih lagi tidak mengikuti
budaya-budaya barat yang menjadi trending hari ini.
Contohnya : memakai pakaian-pakaian yang
kurang bahannya, memperlihatkan aurat-auratnya untuk yang perempuan, dan
laki-laki hari ini bukanlah laki-laki zaman now ketika tidak mengkonsumsi
obat-obat tramadol, pcc, komix sampai pada hal-hal yang paling konyol
sekalipun, yaitu kotex dan pampers baby dijadiin sebagai barang mabuk-mabukan,
dan bahkan jenis-jenis narkoba dan narkotika lainnya telah mengalami yang
namanya perubahan dan kemajuan sangat pesat dalam mempengaruhi kualitas
generasi sekarang ini.
Hanya ada satu yang dapat mengembalikan
kondisi normatifnya dinamika kehidupan di era sekarang ini, yaitu hadirnya
seorang Tokoh sekaligus Figur yang mampu membaca Situasi, Kondisi, Toleransi,
Pandangan dan jangkauan (SIKONTOLPANJANG). Sosok seorang Tokoh sekaligus
Figurlah yang akan mampu memahami dan mengerti apa yang menjadi kebutuhan dalam
setiap perubahan, sehingga perkembangan dan kemajuan akan produktif, dan
tentunya bukan seseorang yang di Tokohkan.
Kreatif dalam segala hal sangatlah
dibutuhkan dalam menjawab tantangan jaman. Karena dengan mimiliki kualitas diri
yang kreatif, maka kita akan mampu bersaing dalam setiap kompitisi. Idealnya
akan terlahirlah yang namanya kreatif,
inovatif dan kompetitif. Ketika kita telah memiliki ketiga aset ini, maka dalam
setiap perubahan akan mampu kita seimbangkan dengan eksistensi kita dalam
menjalani kehidupan hidup ini.
Actuating adalah suatu tindakan untuk
mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang
sesuai dengan perencanaan manejerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating
artinya menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan
kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan dikehendaki secara efektif.
Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan. Actuating merupakan
pelaksanaan untuk bekerja.
Pola pikir universal dituntut untuk
dimiliki oleh setiap insan didunia ini sebagai modal yang paling utama. Pola
pikir universal adalah mindset yang memandang segala sesuatunya dari berbagai
sudut pandang dan menghilangkan perbedaan-perbedaan kecil dalam menghadapi
sebuah permasalahan. Satu hal yang perlu diingat, Globalisasi mempunyai dampak
“hilang”nya batas-batas Negara, (dekadensi) kultur dan (degradasi) kebudayaan.
Semua akan mengerucut pada kemanunggalan umat manusia yang memiliki tempat
tinggal yang sama: Bumi. Untuk itulah diperlukan penyamaan pola pikir sebelum
menghadapi permasalahan, baik yang lokal maupun global. Karena tujuan akhir
dari pola pikir universal adalah hidup dengan kehidupan yang harmonis.
Gali Ilmu Lalu Action (GILA) merupakan
sebuah keharusan bagi setiap manusia, dengan begitu perubahan kearah yang
positif dan produktif akan senantiasa hadir pada setiap manusia. Karena life is comptetion, maka kita harus
mampu bertindak GILA. Terkadang kita selalu memimpikan perubahan yang
substansinya tentu bernilai positif, untuk melakukan sebuah perubahan besar
tidak akan tercapai bila kita tidak GILA, dan kita tidak akan mampu bertindak
GILA jika tidak merubah pola pikir atau mindset yang kita miliki “Banyak yang
paham akan kata proses, tapi tidak banyak yang menekuninya”.
Dan pemimpin yang dibutuhkan hari ini
adalah pemimpin yang mampu bertindak seperti apa yang saya jelaskan diatas,
selain perubahan positif yang diawalinya, juga kemajuan yang produktif akan
diraihnya. ***
Sumber:
- dari berbagai sumber bacaan.



Comments
Post a Comment