BUDAYAKU

Oleh: Taufik Ramadhoan S.T

"AKU TERBUANG"
masih ingatkah kau dengan aku yang dulu wahai teman,
aku yang selalu menjadi objek yang kau bangga2kan dulunya,
aku yang menjadi kebanggaan bagi dirimu dikala masa itu.

mengapa dengan perputaran waktu, 
waktu yang terus berjalan menuju masa tuanya, 
engkau tinggalkan ku sendiri dalam kesunyian sepi dan merana.

sudah lupakah engkau bahwa akulah kekayaanmu,
akulah budayamu,
akulah adatmu,
dan akulah km yang sebenarnya wahai teman.

rupanya kau lebih menyukai untuk bertopeng atas dirimu,
kau lebih memilih untuk menjadi orang lain,
dari pada harus menjadi dirimu sendiri.

engkau belajar untuk bermunafik lewat caramu menghidupkan hidupmu,
hidupmu yang sebelumnya penuh dengan nilai,
hidupmu yang dipenuhi dengan keragaman kekayan yang kau miliki,
kini enggan bagimu untuk merawat dan memiliharanya,
agar kekayaanmu tidak kalah indah dengan kekayaan orang lain yang bukan milikmu,
dan takkan mungkin pula dapat kau miliki,
sebab itu bukanlah kepemilikan atas dirimu.

kau terus paksakan dirimu untuk,
meninggalkanku,
dan memilih yang lainnya,
kau paksakan untuk jadi orang lain dirimu,
dirimu kau paksakan untuk bertopeng,
dan kau paksakan untuk bermunafik pula,
kau nafikan hakikatmu teman.

walau itu kau tahu,
bahwa kau takkan bisa,
dan takkan pernah bisa,
sebab akulah km,
dan kamulah aku teman.

kembalilah dan marajuk aku seperti sediakala,
disini lama aku menunggu,
menunggu kau yang pergi,
pergi untuk mencari,
mencari sesuatu yang ada,
ada dididekatmu,
dan berada pada dirimu.














" inilah budaya kita yang perlu kita pelihara dan merawatnya, agar tetap terjaga seperti sediakala. budaya yang telah kini kita tinggalkan dan terbuang dari keberadaanya. mari kita kembalikan budaya kita, kita memulai prubahan itu, tiada orang lain selain kita yang akan memelihara dan merawatnya, dan tak usah kita menunda-nunda waktu untuk itu. semakin kita tunda-tunda, maka semakin jauhlah ia terbuang, dan sebelum budaya kita terlalu jauh terlemparkan, mari kita kembalikan, ulurkan tangan-tangan kita untuk menariknya kembali, kita kembalikan keberadaanya diatas permukaan, kita rawat dan bersihkan dari debu-debu usangnya, agar perubahan dan pelestarian dapat kita genggam"

Untuk itu diperlukan peran penting dari berbagai objek yang ada, diantaranya : pemerintah daerah, masyarakat-masyarakat ilmiah maupun yang awam, generasi-genarasi, dan para tokoh-tokoh yang ada; baik tokoh agama, budaya, pemuda dan masyarakat umumnya.
dari sederet objek yang ada perlu yang namanya kesatuan dalam membangun dan kebersamaan dalam berkerja, serta memulai perubahan yang positif, produktif ini. karena keberhasilan akan tercapai bila sinergi dalam team.

Comments

Popular Posts